Baca sebelum berang-berang bawa tongkat (Thailand)

Sebelum melakukan perjalanan kemanapun, ada baiknya kita menggali informasi dari berbagai sumber agar perjalanan kita lebih bermakna. berikut kutipan yang saya dapat berdasarkan hasil pencarian melalui mbah google.

Perjalanan Backpacker ke Bangkok, Phuket dan Phiphi island (http://s1317ny.blogspot.com)

Ini adalah perjalanan saya ke Thailand yang ke 4 kalinya, kali ini saya mencoba backpacker dan sendirian. dengan bermodalkan bahasa mandarin, sedikit Inggris dan thailand, uang secukupnya, tas ransel, baju secukupnya dan yang paling penting PETA. saya berpetualang menuju Bangkok, Phuket dan Phiphi Islands.
13 Juli 2012
Saya berangkat dari bandara juanda pukul 14.00. penerbangan saya dipagikan. seharusnya jam 3 lebih tapi malah 1 setengah jam lebih awal. yah ambil positifnya saya tiba di bangkok tidak terlalu malam. apalagi masih harus cari penginapan. akhirnya setelah 4 jam perjalanan saya tiba di Bangkok sekitar 18.00 tapi karena jadwal penerbangan yang terlalu padat, sehingga pesawat tidak bisa mendarat terlebih dahulu jadinya pesawatnya malah putar-putar dulu di atas selama 30 menitan. haishhh…. gimana sih air asia….. kok kagak jelas gitu jam terbangnya. akhirnya pesawat air asianya mendarat juga

Selanjutnya..

Hal yang perlu disiapkan Backpacker ke Thailand & Malaysia

(http://thischemistry.wordpress.com)

jadi total menginap untuk 4 malam di Thailand adalah THB 5,127.84 yang dikonversi ke Rupiah menjadi Rp. 1.666.275 atau Rp.416.600 / Malam, cukup murah kan? apalagi itu belum dibagi patungan untuk 3 orang yaitu Saya, Daniel dan Dewa. jadi perorang permalam cukup Rp. 138.900 saja :D

Selanjutnya..

10 Alasan Utama Ke Thailand (http://thischemistry.wordpress.com)

1. Kita jadi Raja!

Thailand sangat menghargai wisatawan. Selain itu, biaya hidup di Thailand lebih murah daripada di Indonesia. Biaya hidup di Bangkok sekitar 30-50% lebih murah daripada di Jakarta, apalagi di Chiang Mai, Chiang Rai dll. Dua faktor ini menjadikan pengalaman wisata kita sangat memuaskan, karena uang yang kita bawa mempunyai nilai tukar yang lebih tinggi. Dengan kata lain, kita bisa belanja lebih banyak, tinggal di hotel lebih bagus, wisata lebih banyak, bahkan tinggal lebih lama di Thailand!

Selanjutnya..

Beberapa tips yang harus diketahui :

Tips dari s1317ny.blogspot.com

Untuk saat ini beberapa artikel diatas  yang dapat saya baca dan saya kutip. selanjutnya kita googling lagi di lain kesempatan 🙂

Catatan Seorang Teman, by Nur Septiana

Catatan Perjalanan COPALA

Prakata

Hello COPers.. 21 – 23 Oktober 2011 adalah waktu bersejarah bagi COPALA karena ini adalah kedua kalinya COPALA melakukan eksplorasi alam. Dengan mengusung tema ROMEO ( Romantics Memories for Central Operations), COPALA berharap agar pendakian puncak Mahkota Jawa Barat, yaitu Puncak Gunung Pangrango yang mencapai ketinggian 3096 mdpl (meter diatas permukaan laut) ini memiliki cerita dan kenangan romantis di dalamnya.

Di ekspedisi  ini COPALA membebaskan seluruh insan COP untuk ikut serta dalam menikmati keindahan alam Gunung Gede Pangrango. Tidak ada syarat khusus untuk mengikuti pendakian ini (dan seluruh pendakian selanjutnya). Hanya dibutuhkan  NIAT dan TEKAD yang bulat untuk menjajal berbagai rintangan alam yang akan ditemui dalam menuju puncak.

Mulai September hingga awal Oktober 2011, perwakilan COPALA di masing-masing department telah mengumpulkan 18 Pendaki. Ditambah lagi 4 orang yang berasal dari jaringan pertemanan masing-masing pendaki. Hingga pendaftaran ditutup, tercatat 22 orang yang akan menjalani ekspedisi pangrango ini.

COP sendiri memiliki 5 calon rocky mountain (sebutan untuk penakluk gunung, red). Mereka adalah Andi Bara, Angga Ariawan, Putu Virgatha, Rusdarian Febriansyah, dan Nur Septiana. Akankan mereka mampu untuk mencapai visi ekspedisi COPALA kali ini?

Silahkan menikmati catatan perjalanan kami…

Jumat, 21 Oktober 2011

20.00 WIB

Sentra Mandiri dan Plaza Mandiri

Seluruh pendaki mempersiapkan barang bawaan masing-masing. Bagi para pendaki baru, ini adalah saatnya me-repackage carrier dan day pack masing-masing dengan bantuan para Pemula (Pendaki Manula, sebutan untuk para pendaki senior, red). Barang inti seperti makanan, obat-obatan pribadi, raincoat, dan sleeping bag wajib hukumnya dibawa.

Tips untuk the next rocky mountain : ‘Kosmetik dan parfum adalah BIG NO untuk ekspedisi seperti ini J  serta bawalah baju secukupnya. Tidak perlu khawatir akan bau badan, karena bau  tanah yang basah dan embun yang sejuk yang akan lebih mendominasi perjalanan ekspedisi ini”

 

21.00 WIB

Sentra Mandiri to Plaza Mandiri

Bus ¾ Hiba Utama yang akan mengantarkan COPALA ke tempat pendakian sudah siap untuk diberangkatkan. Pukul 21.45 bus tersebut tiba di Plaza Mandiri untuk menjemput pendaki lainnya.

Karena satu dan lain hal, Pendaki yang berangkat hanya berjumlah 15 orang, terdiri dari 13 laki-laki  dan 2 orang srikandi 2 orang pendaki lainnya adalah teman pendaki COPALA.

Di ekspedisi kali ini , COPALA akan memulai ekspedisi melalui Cibodas. Perjalanan dari Jakarta menuju tempat tujuan tidaklah mudah. Seperti biasa, Jumat malam merupakan waktu bagi para pekerja untuk pulang lebih malam dari biasanya,  sehingga jelas, jalan tol yang diklaim sebagai jalan bebas hambatan padat merayap. Whirlwind ini pun dijadikan kesempatan bagi COPALA untuk memanfaatkan perjalanan ini dengan charging the energy, yaitu dengan tidur

23.30 WIB

Taman Nasional Gede Pangrango – Cibodas

Akhirnya COPALA tiba di taman nasional Gunung Gede. Sebelum memulai pendakian, bandrek, kopi, dan pop mie yang dijual oleh warung-warung sekitar pun menggoda COPALA untuk sedikit menyicipinya.

Setelah itu, tepat pada pukul 00.00 COPALA memulai perjalanan menuju pos Gunung Gede. Setiap orang yang akan mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango harus melapor terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk mendata siapa saja yang menjadi pendaki maupun wisatawan Air Terjun Cibereum. “Per harinya, pengelola Gunung ini hanya memperbolehkan maksimal 200 orang untuk naik gunung ini. Supaya Gunung ini tidak menjadi Gunung sampah yang dicemari oleh sampah para pendaki. Jadi ketika kita diatas, sampahnya dikumpulkan dan dibawa lagi ke bawah ya..”ujar Bli Ketut, salah satu pemula (baca : pendaki muka lama) di ekspedisi kali ini.

Seusai melapor, Ketua COPALA (seumur hidup), Om Dodo memberikan arahannya bagi para pendaki. “Kita semua disini adalah keluarga. Keluarga baru kita. Harfiahnya, keluarga harus saling menjaga. Itulah yang harus kita lakukan selama 3 hari ke depan”, pesannya.

Aries, sebagai satu-satunya lulusan pesantren diantara para pendaki,segera memimpin doa usai om Dodo memberikan pengarahan. “Semoga tujuan kita untuk mencapai puncak Pangrango tercapai dan seluruh COPALA selalu sehat hingga pendakian ini selesai”,doanya yang serentak diamini oleh seluruh pendaki.

 

Sabtu, 22 Oktober 2011

00.30 – 02.30 dini hari

Perjalanan menuju Pos 1 yang terletak di pertigaan Cibereum, masih terhitung mudah untuk dilalui. Jalanan yang sudah di-paving blok dan dibentuk seperti tangga memudahkan para pendaki untuk terus maju walaupun hanya berbekal senter dan head lamp dari masing-masing pendaki.

Namun seperti juga perjalanan hidup kita, jalanan yang ditempuh para pendaki pun tidak selamanya mulus. Di tengah perjalanan, para pendaki menemui jembatan kayu, yaitu jembatan yang hanya beralaskan potongan kayu dan hanya memiliki 3 tumpuan batu. “Di bawah jembatan ini adalah tanah rawa yang becek dan jarak antara jembatan dan tanah hanyalah 3 meter. Ayoo jangan takut, pastikan tempat kita berpijak adalah batu dan bukan kayunya yaaa..” ujar Kemmal memberikan semangat para pendaki lainnya . “Kalau kita melewati jembatan ini di pagi atau siang hari, pemandangannya sangat bagus,,sayang kita harus melewatinya di malam hari”, tukas Om George.

Setelah berhasil melewatinya, para pendaki menemui Aliran Mata Air Telaga Biru. Konon air ini masih steril dan bisa langsung diminum “Inilah yang kita cari, hasil alam yang benar-benar murni”, seru Ucin sambil membaca papan yang menuliskan cerita terkait dengan Mata air tersebut.

Selama dua jam berjalan, akhirnya para pendaki tiba di Pos 1. Seusai mendirikan tenda, para pendaki diharuskan untuk tidur karena maksimal jam 8 pagi, kami sudah harus berjalan ke Puncak.

05.30 – 07. 30 WIB

Bli Ketut yang merupakan MasterChef di ekspedisi ini J mempersiapkan sarapan bagi para pendaki. 2 asisten barunya, yaitu Ucin dan saya (yana), yang sehari-harinya hanya bisa memasak nasi goreng tanpa rasa pun, turut membantu beliau di dapur dadakan COPALA.

Sambil menunggu sarapan siap, terlihat Andi Bara dan Om Aray bermain catur di tenda mereka. “Dimana pun saya berada, catur adalah game saya. Hingga dipuncak nanti pun, saya harus memainkan Catur” canda Abe, panggilan para pendaki untuk Andi Bara.

Kalau di Jakarta kita terbiasa makan dengan piring dan sendok garpu, lain halnya di gunung. Bagi para pendaki, daun pisang adalah piring dan tangan adalah sendok garpu. Walau begitu, kebersamaan terasa sungguh kental. “Mie rebus, ikan teri, ikan pinda asin, dan nasi secukupnya terasa lebih enak ketika dimakan bersama”, ucap Hadi Rosmana, maskot pendakian kali ini.

Setelah makan dan mempersiapkan barang bawaan lainnya, para pendaki pun menjalani stretching bersama. “Supaya seluruh otot gak kaget ketika melakukan pendakian” ujar instruktur Aries.

07.30 – 11.00 WIB

Pendakian kali ini dibagi ke dalam 2 team . Team pertama yang dipimpin oleh Bli Ketut terdiri dari  Angga, Ucin, Kemmal, Abe, Rian, Briggil Luthfi dan saya (yana).  Sedangkan para Pemula (baca : pendaki muka lama), yaitu Om Dodo, Aray, George, Hadi, Jalil, Aries, dan Oncom tergabung di team 2. Tepat pukul 07.30, Team pertama berangkat dengan sesekali berhenti. Maklum , team pertama ini memuat 5 orang yang baru pertama kali mengikuti pendakian gunung “ Gapapa, gak usah dipaksakan, asal kita tetap konsisten jalan pasti sampai ke tujuan” tukas Brigil (baca : lutfi) menyemangati para pendaki.

Setapak demi setapak pun dilalui oleh para pendaki. Jalanan paving blok, berubah menjadi tanah yang dipenuhi dengan akar pohon dan sesekali batu-batu kecil. Tak dipungkiri, jalanan yang menanjak memang melelahkan, hingga para pendaki selalu mengucapkan rasa syukur ketika bertemu BONUS. Apa itu Bonus? Bonus adalah jalanan yang landai dan menurun. “Lumayan kan buat saving energi” ujar para pendaki.

Setelah terus berjalan, kami yang tergabung dalam team 1 menemui Air Terjun Aliran Panas. Para pendaki harus melewati puncak air terjun dengan menapak pada batu batu kecil dan berpegangan dengan tali yang disiapkan oleh pengelola Gunung pendakian. Bagi para pendaki yang menggunakan sandal gunung, pasti merasakan betapa panasnya air ini “Kebetulan saya pake sandal gunung dan jelas airnya menyentuh kaki saya.. serasa disetrum dan setengah jam panasnya baru ilang di kaki..tapi ini medan favorit saya, So Challenging!” kesan saya  terhadap medan ini .

Tak berapa lama, para pendaki pun tiba di tempat yang beralirkan air hangat. “Kita istirahat disini dulu yah, sambil berendam di air hangat untuk mengurangi rasa pegal” saran Kemmal. Sudah banyak para pendaki lain yang merendamkan kaki dan badannya disini. Kami pun ikut berendam dan merasakan hangatnya air alam. Disini pun kami juga mendapati beberapa penjual nasi uduk. Nasi uduk seharga Rp. 6000,  yang hanya terdiri dari dua kepalan nasi, sedikit mie, dan beberapa potongan telur dadar, terasa begitu mengenyangkan ketika lapar. Bagi saya, para penjual nasi uduk ini sangat hebat karena setiap hari selalu naik gunung demi mendapatkan penghasilan. Saya jadi ingat beberapa teman  saya yang seharusnya malu karena mengeluh bahwa pekerjaannya sangat melelahkan. Pengalaman ini harus diceritakan kepada mereka bahwa masih ada orang yang kurang beruntung dari kita J

11.00 -14.30 WIB.

Setelah puas berendam di air, para pendaki  pun melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya, yaitu Kandang Batu. Hanya dibutuhkan waktu kurang dari sejam untuk mencapainya. Kami berniat untuk memasak bahan makanan sebagai makan siang kami. Tapi ternyata, kami hanya menemukan beberapa ikan Pinda dan ikan teri serta sedikit nasi di tas kami. Sedangkan bahan makanan lengkap lainnya berada di tas Aries yang bergabung di team 2. Karena kami tidak tahu berapa jauh jarak antara kami dengan team 2 , kami pun memutuskan untuk memasak seadanya.

Seusai memasak dan makan, kami memutuskan untuk tidur siang dibawah pohon yang sangat rindang (pohon disini benar-benar pohon yang rindang karena besar, tinggi, dan banyak daunnya). Kami juga berharap bahwa team 2 akan segera muncul dan kami dapat berjalan bersama sampaik ke pos selanjutnya. Di pos ini sesekali banyak pendaki lain yang lewat. Yang paling mencengagkan bagi kami adalah ada sekelompok pendaki yang terdiri dari anak usia 13 -15 tahun. Wow, malu deh saya yang baru merasakan naik gunung di umur yang sudah kepala 2 ini. Dalam hati saya berbisik “ Kalau mereka kuat sampai puncak, saya juga harus kuat sampai puncak”.

14.30 -21.00 WIB

Hadi dan Om George dari team 2 sudah datang namun para pendaki lainnya belum terlihat, tetapi cuaca yang mulai gelap memaksa Bli Ketut untuk memutuskan melanjutkan perjalanan sampai pos terakhir, yaitu Kandang Badak. Jangan dibayangkan di pos itu banyak Badaknya ya, hehehe..kami pun tidak tahu kenapa pos itu dinamakan Kandang Badak

Sampai di Kandang Badak, ternyata sudah banyak para pendaki yang mendirikan tenda. Bli Ketut dan para pendaki laki-laki lainnya pun mencari tempat bagi kami  untuk mendirikan tenda. Setelah mendapatkan tempat dan mendirikan tenda, kami mendapatkan informasi dari para pendaki lain, bahwa anggota team 2 ada yang sakit, sehingga membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama. Karena kami adalah keluarga, maka kami menunggu kedatangan mereka untuk dapat mendaki puncak bersama. Sementara menunggu, Bli Ketut serta dua asistennya kembali memasak untuk makan malam. Ketika telur dadar campur baru selesai dimasak, teman-teman dari team 2 pun akhirnya datang. Namun tak lama kemudian, sekitar pukul 5 sore, hujan besar mengguyur Kandang Badak. Saya dan Ucin digiring untuk masuk ke dalam tenda sedangkan yang lainnya tetap diluar menjaga barang-barang kami.

Selama di tenda tidak ada aktivitas lain yang saya dan ucin lakukan selain bertukar cerita (off the record yaaaah J) namun saya dan ucin bersyukur karena kami jadi semakin dekat dan dapat mengenal satu sama lain dengan baik (asiiiik ketemu sahabat baruuu \m/)

Sambil memeluk tas kecil para pendaki yang berisi gadget, kami pun mulai merasakan kedinginan. Hujan yang tak kunjung berhenti membuat kami harus makan malam dengan nasi dan telur dadar campur tadi. Sesekali para pendaki lainnya memberikan kami teh dan kopi hangat serta semangkuk mie rebus yang baru saja dimasak. Derasnya hujan membuat tenda tempat kami berteduh dibanjiri oleh air. Dengan bantuan para pendaki lainnya, kami pun mengeluarkan air tersebut. Tak berapa lama, kami dipindahkan ke tenda lainnya yang sudah didirikan dan dikeringkan dari banjir. Kami pun diminta untuk beristirahat agar jam 2 pagi dapat melanjutkan perjalanan ke Gunung Pangrango.  Hingga pukul 21.00 kami terjaga, hujan deras masih mengguyur tempat kami. Kami hanhya bisa berdoa agar hujan segera berhenti dan kami dapat melanjutkan perjalanan kami.

Nb : Kami hanya memiliki 3 tenda, beberapa pendaki laki-laki terpaksa tidur diluar dan hanya beratapkan terpal. Kalau kata Om Dodo, anggap saja kita tidur di titanic atau kapal karam lainnya. Bagi beberapa pendaki lainnya, kami cukup beruntung untuk merasakan hujan besar di Gunung, sehingga kami merasakan suka duka perjalanan naik gunung secara lengkap. Bagi saya pribadi, dengan turunnya hujan, semakin melengkapi cerita saya kepada teman-teman mengenai perjalanan ini. Toh hidup juga tidak selamanya berjalan mulus, kan?

BOI Band Sang Juara

BOI Dept. – COP Group – Bank Mandiri menjuarai lomba band antar Department di COP Group…

BOI Band terdiri dari

Me : Vocal & Gitar

Mr. Trio : Guitar

Mr. Munajat : Lead Guitar

Mr. Jalil : Bass

Mr. Luthfi : Drum

Juri dalam pertandingan kali ini adalah Rindra dan Fadli Padi.

================= The 1st ===================

GOOD JOB!

HOLIDAY

liburan telah tiba liburan telah tiba

BT BT BT BT BT.. dimana-mana orang menantikan liburan, tapi kalo gw malah males banget liburan. males banget tidur mulu di rumah. liburan enaknya kemana ya? berhubung gw abis nonoton filmnya Leonardo Di Caprio yang judulnya THE BEACH, waaa.. jadi pengen banget ke pantai.. mudah-mudahan acara tahun baru jadi dan 2-2nya mau ke pantai.. mudah-mudahan salah satu dari rencana gw berhasil dan jadi. pilihannya adalah:

  • PULAU PERAK KEPULAUAN SERIBU : pulau tidak berpenghuni dengan ukuran pulau kira-kira setengah jam sudah cukup untuk mengelilinginya, dengan air payau yang lumayan untuk mandi, keindahan kepulauan yang masih terjaga. oh indahnya.. kalo soal biaya cukup murah lah untuk liburan tahun baru.
  • PULAU BALI : wew, kalo yang satu ini lumayan mahal. rencananya sieh mau sewa mobil buat 4 hari traveling kesana. sedikit advanture lah.. journey to the east. tapi yang satu ini masih rancu banget. kendalanya sih cuma satu, yaitu BIAYA.. “YES” BIAYA..

kemana yah.. bingung gw. tapi asalkan temanya pantai. gw ngikut aja deh,,

kalo temen-temen pada kemana nih?

WRITE ON UR COMMENT, thanks..

MANNET

tonite (rabu, 19 november 2008), gw di mannet. main Counter Strike berempat (CATUR, RORRY, MAMAN ‘n GWE). mannet adalah maman internet cafe. maman menyediakan lan server dan internet buat anak2. syaratnya mudah, bawa laptop masing-masing hehe.. seru banget maen CS berempat. dari malam hari tgl 18 sampai pagi tanggal 19. buat anak2 perbanas yang mau join, contact aja kesini hehehe.. kali aja kita bisa maen bareng. lannya 8 port. lumayan khan.. hwehehehe..

adamsign.wordpress.com

Perjalanan ke Tanjungpinang


Kami bertolak dari tanjung priuk sekitar jam 7 pagi, sebelumnya sempat menunggu selama 6 jam di ruang tunggu pelabuhan dan 2 jam di dalam kapal KM. Lambelu. Kami semua udah stand by di tanjung priok sekitar jam 11 malam. Ini disebabkan terdapat kerancuan pada jadwal keberangkatan. Di tiket tertulis jadwal keberangkatan jam 12 malam tanggal 22 ternyata berangkatnya keesokan paginya tanggal 23. tiba di pelabuhan KIJANG – tanjungpinang tanggal 24 jam 10 pagi.. terus lanjut hingga tiba di rumah. Wah senang rasanya.. langsung nyari tangan orang tua buat salam dan cium tangan. Ternyata tahun ini masih di berikan kesempatan untuk minta maaf  sama orang tua tersayang. Setelah itu seharian di rumah aja istirahat. Semua berjalan seperti biasa di tanjungpinang, dimasakin masakan-masakan paling enak sedunia sama mama terus bersih-bersih rumah and then beli cat dan langsung ngecat tembok-tembok yang udah mulai jelek karena di tumbuhi jamur. Sekitar jam 8 malam baru keluar rumah buat nongkrong sama temen-temen seperjuangan di melayu square. Obrolan meluas kemana-mana dari mulai cerita masa lalu, cerita masa depan, cerita pengalaman, wanita (namanya juga anak muda), musik, dan lain sebagainya. Hari-hari selanjutnya tetap berjalan seperti itu. Hingga suatu sore setelah nemenin temen jalan ke pasar buat beli celana, trus ga sempat buka puasa di rumah dan singgah sebentar di rumah nenek untuk membatalkan puasa. Tiba-tiba ada suatu sosok wew.. siapa dia..? ya dia yang udah gw kenal dari dulu, udah lamaaa bangeeett.. tapi ya dia cukup jadi teman saja karena gw rasa ada ketidakcocokan antara kita berdua yang susah untuk di masuk-masukin. Tapi ok lah mungkin cuma sampe situ rejeki gw hahaha.. setelah itu hari-hari berikutnya gw menghadiri acara buka bersama alumni SMA Negeri 2 di pusat tongkrongan kota Tanjungpinang “MELAYU SQUARE” rame temen-temen yang datang. Mulai bersalam-salaman bahkan teman yang udah 4 tahun ga ketemu akhirnya ketemu juga. Seru..!! selanjutnya langsung foto-foto and nyusun rencana buat acara ke pantai trikora tanggal 5 oktober.

Malam takbiran gw kembali duduk di melayu square, dengan santainya dan ketemu lagi sama temen-temen yang lain. Obrolan pun meluas kemana-mana… kembang api meledak dimana-mana, suara takbir dari truck bergema di seluruh kota Tanjungpinang. Selanjutnya gw habisin malam panjang itu bersama teman-teman rumah gw ampe pagi..

Ramadan telah berakhir kini tiba saatnya seluruh umat islam yang sealiran ma gw untuk berlebaran. Lebaran pertama langsung menuju kediaman Bapak Kasim dan Ibu Erni di perumahan jalan basuki rahmat karena kakek dari Mama (Aki) tinggal disitu. “sepeninggalan nenek, kakek (Aki) jadi tinggal sendiri di rumahnya yang besar tapi sepi. Jadi biar ada yang perhatiin akhirnya kakek tinggal di rumah tante gw”. Selanjutnya kami sekeluarga bertolak ke rumah nenek di jalan sumatera. Waaahhh sudah ramai disana, keluarga dari adeknya nenek juga sudah pada datang. Tidak putus-putusnya bersalaman memohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang terdahulu dan memulai semuanya dengan hati yang bersih lagi tapi main kata-kataan tetap, yah namanya juga ketemu keluarga jadi becandanya seperti itu.. dan mohon maaf lagi kalau keterlaluan, hohoho..

Setelah itu langsung bertolak ke rumah tante Linda, rumah risky (ijep), ke rumah omrid (nidia). Keesokan harinya kami semua cucu-cucu ngumpul di rumah kakek di jalan pancur dan kemudian bertolak ke rumah A’a (tante dari mama yang paling kecil). Selesai sudah acara silahturahmi ke rumah saudara-saudara. Lebaran ke 3 dan keempat keluarga dari papa nginap di cottage di pantai trikora buat berenang dan mancing. Gw sie ga ikut ‘coz udah keramean so gw ngalah aja, lagipula tanggal 5nya gw juga ke pantai bareng anak-anak alumni SMA 2. seru sekali di pantai melepas semua kelelahan di alam bebas. Makan otak-otak kawal yang tiada duanya di negeri manapun hahaha..

Keesokannya gw jalan sepuas-puasnya mengelilingi kota yang bakal gw tinggal lagi untuk satu tahun kemudian. Melihat sorenya, paginya hingga malam-malamnya. Foto-foto dengan teman-teman seperjuangan yang dari kecil udah sama-sama. Nongkrong di café yang ada wirelessnya. Keren banget kota gw, kecil-kecil gitu dimanapun gw nyalain laptop selalu ada jaringan wifi yang lagi aktif, tapi ada passwordnya hahaha.. ga nyangka gw tuh kota udah jadi kota yang udah benar-benar bergabung sama yang namanya dunia maya. Warnet selalu penuh dan layanan telkomsel “speedy” cukup laku disana. Tanjungpinang emang misterius, selalu bikin kejutan tiap tahunnya. Tapi yang lagi-lagi biking gw sedih, acara festival band disana udah mulai jarang bahkan gedung olah raga kaca puri udah mulai sepi dari acara band yang dulunya setiap lebaran selalu penuh dengan acara-acara festival. Terakhir sebelum berangkat gw nonton festival di lapangan pamedan dan itu juga kurang seru karena penontonnya kurang banyak. Semoga acara-acara yang berbau entertainment semakin di galakkan di kota gw karena tanjungpinang itu memang kota seni budaya, dari mulai puisi, sajak, pantun, cerita, dan semua yang ada di pelajaran bahasa Indonesia asalnya dari sana dan bahasa Indonesia sendiri asalnya dari bahasa melayu yang dahulunya dipergunakan sebagai bahasa pergaulan di Indonesia.

Selain itu seni-seni yang lain juga banyak disana dari mulai musik melayu, tari melayu, kerajinan dari bahan dasar yang terdapat di laut, dan masih banyak lagi. Dengan waktu yang sesingkat-singkatnya akhirnya gw puas juga di tanjungpinang. Semoga perjalanan tahun ini membawa bekal yang berarti buat gw.

updating my blog..

Hai blog, pa kabar? hehe..

hai semua, pakabar..??

udah lama nieh ga nulis di blog, setiap hari banyak yang harus di kerjain. apalagi dalam masa-masa transisi ini.  masih “snewen” menghadapi kerjaan. dengan berbekal pengalaman yang cukup tipis mencoba untuk dapat meningkatkan kemampuan di bidang management. baik secara internal (office) maupun external (Project Officer di Lapangan).