Adamsign’s Story

Travel Around Indonesia : Nias Island

Posted in cinta alam by adamsign on November 29, 2010

Nias (bahasa Nias Tano Niha) adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, Indonesia. Pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, lompat batu. Pulau dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa.

Agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan. Nias saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Nias

Pulau Nias memang eksotik dan bagus banget pemandangannya. Apalagi pantainya sangat mempesona. Bahkan di Teluk Dalam ada putaran ombak yang tinggi yang sangat ideal untuk surfing. Banyak bule-bule yang surfing di sana. Aku yang sangat terpesona sewaktu jalan darat menyusuri Pulau Nias dari Gunung Sitoli hingga Teluk Dalam. Berangkatnya lewat pedalaman dan pulangnya lewat jalur pantai. Jarak tempuh 8 jam pp. dan kami sempat menginap di Teluk Dalam.

Ketika lewat jalan pesisir, pantai jadi pemandangan yang indah, menjadi pengsuir kebosanan perjalanan yang tidak nyaman. Kami juga sempat mengunjungi perkampungan asli suku Nias yang mengagumkan. Rumahnya khas, terbuat dari kayu-kayu besar dan banyak juga batu-batu besar yang sudah jadi sarana perkampungan. Semua rumah tertata rapi. Ada juga dinding lompat batunya.

Ketika pulang ke Medan dan lewat Sibolga lagi, kami sempat juga mampir ke Pulau Poncan, pulau wisata yang dekat dengan Pelabuhan Sibolga. Oh ya, sebelum sampai Sibolga dari Tarutung, perjalanan harus melewati “batu lobang namanya, sebuah jalan raya yang masuk terowongan batu sepanjang kira-kira 200-an meter dan gelap. Mobil tidak bisa bersisihan, jadi harus bergantian dan memberi kode sebelum masuk “batu lobang tersebut. Katanya jalan itu dibuat ketika penjajahan Belanda, dan sudah dicoba untuk diruntuhkan dengan dinamit tetap gak bisa. Bayangkan.. pegunungan batu dilubangi jadi jalan raya oleh tenaga manusia.

sumber : http://seruu.com/pulau-sumatera/keindahan-pulau-nias/itemid-738

Nias? Apa yang terbayang dalam benak Anda tentang pulau ini. Gempa, mungkin saja. Ya, pulau ini pada 26 Desember 2004 silam, bersamaan dengan tsunami di Aceh, tak luput dari hantaman dahsyatnya tsunami yang terjadi di wilayah pantai barat pulau. Gelombang tsunami setinggi lebih kurang 10 meter menyapu daerah Sirombu dan Mandrehe.

Belum hilang trauma akan bencana tsunami, pada 28 Maret 2005, kembali Nias diguncang gempa bumi. Ratusan rumah hancur, tak hanya itu gempa ini juga menyebabkan ratusan penduduk pulau ini tewas.Hampir tidak ada bangunan perumahan rakyat di seluruh Pulau Nias yang tidak mengalami kerusakan akibat gempa itu.

Bahkan, menurut Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias, bencana telah menyebabkan 13.000 rumah rusak total, 24.000 rumah rusak berat, dan sekitar 34.000 rumah rusak ringan. Sebanyak 12 pelabuhan dan dermaga hancur, 403 jembatan rusak dan 800 km jalan kabupaten dan 266 km jalan provinsi hancur. Sebanyak 723 sekolah dan 1.938 tempat ibadah rusak.

Meski Pulau Nias pernah porak poranda diterjang gempa dan tsunami, tetap saja pesona alam Nias tak lantas luntur begitu saja. Keindahannya masih mempesona. Bahkan, kini Nias mulai bersolek kembali menjadi salah satu bagian icon pariwisata di Sumatera Utara.

Surga Pantai di Sumut

Keindahan pantai di Nias tak perlu diragukan lagi. Banyak di antara pendatang yang menyebut pantai Nias adalah salah satu pantai terbaik yang dimiliki oleh Provinsi Sumut. Pulau kecil yang terletak sekitar 85 mil dari daratan Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara bahkan dijuluki sebagai ‘Bali’-nya provinsi terbesar ketiga di Indonesia ini.

Pulau yang memiliki luas kurang lebih 5.318 kilometer persegi ini memiliki sekitar 14 pantai dengan pasir putih yang indah di sekeliling pulau. Karena berbatasan dengan Samudra Hindia, pantai-pantai di Nias memiliki ombak yang cukup besar. Sangat cocok digunakan untuk olahraga selancar. Ini jugalah yang membuat Nias identik dengan Pulau Bali.

Ada beberapa pantai yang menjadi favorit pengunjung saat menikmati pesona Nias. Di antaranya adalah Pantai Sorake dan Lagundri yang berada di sekitaran Teluk Lagundri, Kecamatan Teluk Dalam. Pemandangan di pantai ini semakin indah dengan hamparan pasir putih plus ribuan pohon kelapa yang tumbuh melambai persis di pesisir pantai.

Bukan itu saja, ombak di Pantai Sorake juga memberikan tantangan sendiri para pencinta olahraga selancar. Bahkan, menurut catatan dari niasonline seperti dikutip Global, ombak di pantai ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, setelah ombak yang ada di Hawaii.

Selain dua pantai di atas, masih ada pantai lain, seperti Pulau Asu dan Pulau Bawah yang sangat sepi. Dua pulau di Kecamatan Sirombu ini berbeda menyolok musim ombaknya. Saat angin utara bertiup dari Januari sampai Mei, Pulau Bawah sangat baik berselancar di sana, sebaliknya bila angin selatan bertiup, Mei sampai Oktober Pulau Asu-lah sasarannya.

Pulau Bawah pantainya juga indah, ombaknya besar dan jauh dari permukiman penduduk. Bedanya, di pulau ini lokasi selancar memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena banyak batu karangnya. Namun, kebanyakan peselancar asing justru ingin mencoba menaklukkan keganasan karang di sana. Kelebihan Pulau Bawah dibanding Pulau Asu yakni ada Danau Kecil berair tawar tepat di tengah-tengah pulau.

Kemudian ada juga pantai Lahewa yang memiliki panjang sekitar delapan kilometer yang terletak 60 kilometer di ujung paling utara Pulau Nias. Di lokasi itu terdapat taman laut dengan hiasan batu dan ikan karang yang cantik. Belum lagi keindahan pantai Sirombu, pantai Lahusa, pantai Pulau-pulau Telo, pantai Sipika, Hinako, Sibranon, Tanamasa, Tanabala, Foa, Olora, Muara serta pantai lainnya.

Tak hanya menyajikan pesona keindahan pantai, pulau ini juga memiliki pesona lain yang layak Anda kunjungi jika berkunjung di sini. Seperti, danau air panas Idanogawo, komunitas batu dan ikan karang kepulauan Pulau-pulau Telo, Lahewa, batuan megalitik di Gomo yang memiliki usia di atas 3.000 tahun, rumah adat Bawomataluo yang masih terjaga serta banyak lagi potensi terpendam yang belum tersentuh polesan manusia modern.

Penuh dengan Nilai Sejarah

Ada satu ciri khas dari Pulau Nias. Apalagi kalau bukan sejarahnya. Bayangkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti. Pulau ini sudah dihuni oleh manusia sejak 3.000 tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa peninggalan sejarah yang masih dapat dijumpai hingga sekarang.

Peninggalan-peninggalan dapat kita lihat di Bukit Tolobahu di sisi sebuah gereja di atas Desa Idano Tae, Gomo, sekitar 60 km dari Gunungsitoli. Di sini terdapat ratusan batuan bermacam bentuk seperti patung, altar dan benda lain yang diperkirakan telah berusia di atas 3.000 tahun.

Desa ini konon diyakini sebagai tanah leluhur nenek moyang pertama orang Nias. Sehingga tak heran, jika penduduk sekitar mengkeramatkan area kawasan ini.Di areal seluas 3.000 meter persegi ini ada meja batu yang semuanya berjumlah 62 unit. Tingginya berbeda-beda, ada yang 80 cm, 70 cm, 50 cm sampai 20 cm dengan ketebalan 10 sampai 20 cm. Benda lainnya adalah patung dengan hiasan kepala naga sejumlah 42 unit.

Selain itu masih ada peti mayat, lesung pencucian kaki, mimbar, tiang pasungan, batu pancung, pilar gapura, kursi raja, kursi tamu, bangku pag raja, dan yang kecil untuk para abdi dan rakyat jelata. Nias juga punya rumah adat. Lokasi yang paling terjaga terdapat di Desa Bawomataluo, Orahili dan Hilisimaetano, Kecamatan Teluk Dalam.

Di desa-desa tradisional inilah terdapat hombo batu (susunan batu berbentuk kerucut setinggi dua meter) yang dikenal sebagai tempat latihan para pemuda yang akan berperang pada zaman dahulu. Pemuda yang akan berperang lulus seleksi bila mampu melompati batu ini. Logikanya sederhana, batu itu sebagai uji coba melewati benteng desa lawan yang umumnya terdiri dari batu setinggi dua meter juga.

sumber : http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23033%3Apulau nias-tak-sekadar-eksotis-tapi-juga-bersejarah&Itemid=63

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Indonesian Exotic Islands said, on January 18, 2011 at 9:27 pm

    indonesia emang kerennn…

  2. info travel said, on January 25, 2011 at 7:17 am

    penasaran lompat batu kyk gmn…
    pulau nias ternyata menarik juga tempat wisata nya..
    thank’s ya buat info objek wisata nya🙂

  3. adams said, on February 25, 2011 at 9:36 am

    mari nabung dan berkeliling🙂

  4. indopulauwisata.com said, on September 21, 2014 at 9:32 am

    Attractive section of content. I just stumbled upon your weblog and in accession capital
    to assert that I acquire actually enjoyed account your
    blog posts. Anyway I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently fast.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: